Angin kencang di manggarai timur

Masyarakat Diimbau Laporkan Kerusakan Rumah

Kompas.com - 20/03/2012, 09:38 WIB

BORONG, KOMPAS.com - Bencana  angin kencang disertai hujan deras sepanjang minggu lalu hingga Selasa (20/3/2012), telah mengakibatkan kerusakan parah di Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur. Berdasarkan hasil laporan masyarakat melalui kepala desa dan enam camat di kabupaten tersebut, tak kurang dari 400 bangunan rumah dan sekolah rusak.

Ditemui Kompas.com, Wakil Bupati Manggarai Timur, Agas Andreas menjelaskan, kerugian yang dialami masyarakat dan gedung sekolah diperkirakan miliaran rupiah. "Tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Manggarai Timur masih terus bekerja. Sebab bukan hanya rumah dan gedung sekolah yang didata melainkan tanaman perdagangan seperti cengkeh yang sudah berbuah, coklat dan sejenisnya didata semuanya," kata Andreas.

Dikatakannya, kerusakan terparah dialami tiga kecamatan, yakni Kecamatan Borong, Kecamatan Kota Komba dan Kecamatan Elar sementara tiga kecamatan lainnya tidak terlalu mengalami kerusakan berat.

Ditemui terpisah, Kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Manggarai Timur, Mastaram Laurensius mengatakan, pihaknya siap menyalurkan bantuan kepada masyarakat yang mengalami musibah bencana angin kencang. Stok beras yang tersedia di Dinsosnakertrans  sebanyak 77 ton dari persediaan 2011 dan 100 ton dari stok 2012. Stok beras yang akan disalurkan kepada masyarakat sebanyak 10 ton.

"Kami masih menunggu laporan akurat dari setiap kecamatan terhadap kerusakan rumah masyarakat akibat bencana angin kencang," jelasnya. Laurensius menambahkan, Pemkab Manggarai Timur siap memberikan bantuan kepada masyarakat yang mengalami kerusakan rumah.

Sementara itu Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Manggarai Timur, Fransiskus Petrus Sinta mengimbau agar masyarakat melaporkan kerusakan rumah masing-masing di Posko Bencana Alam di Kantor Penanggulangan Bencana Alam Manggarai Timur di belakang Kantor Kelurahan Ranaloba, Borong.

Fransiskus mengungkapkan, tim bencana alam masih terus bekerja dan turun ke kampung-kampung untuk melihat, mengambil gambar rumah yang rusak sampai hari ini.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau